Langsung ke konten utama

 

ALKALI DAN ALKALI TANAH

 

 

A.    Pendahuluan 

           Unsur alkali tanah meliputi Na, K, Ca dan Mg, sebagian besar merupakan unsur hara esensial. Unsur ini berperan dalam berbagai metabolisme enzim dalam tanaman. Kekurangan akan unsur tersebut akan memunculkan tanda-tanda defisiensi dan pengurangan produksi tanaman. Keberadaan unsur ini dalam tanah berasal dari mineral penyusun tanah. Keberadaan unsur ini dalam tanah selain memenuhi kebutuhan tanaman juga mempengaruhi keberadaan unsur lainnya terutama unsur hara mikro. Unsur basa berpengaruh pada ketersediaan unsur lain misalnya P dan unsur mikro esensial lain seperti Cu, Fe terutama pada pH di atas 7 (Rusmanta et al., 2018).

            Kemudian menurut pendapat (Farida, 2018). Alkali adalah kelompok unsur-unsur logam yang terletak pada kolom paling kiri dalam sistem periodik. Alkali termasuk golongan I A atau golongan 1. Konfigurasi elektron logam alkali berakhir pada orbital s, karena itu disebut juga unsur-unsur blok s. Yang termasuk alkali adalah litium (Li), natrium (Na), Kalium (K), rubidium (Rb), Sesium (Cs) dan Fransium (Fr). Hidrogen meskipun terletak pada golongan IA, tidak termasuk unsur alkali, karena berupa gas dan berbeda sifat dengan alkali. Penempatan hidrogen pada golongan IA, karena sama-sama mempunyai 1 elektron valensi. Fransium bersifat radioaktif, sifat-sifatnya belum banyak diketahui, sehingga tidak akan dibahas di sini Semua alkali berupa zat padat berwarna putih perak ringan, lunak, titik lelehnya rendah, konduktivitas listik dan panas yang tinggi. Sesium memiliki titik leleh terendah sebesar 28,40C. Natrium hanya kira-kira sekeras karet penghapus, sehingga mudah dikerat dengan pisau.

B.    Uji Nyala Unsur Alkali Dan Alkali Tanah

 

           Berikut ini adalah tabel 1.1 percobaan yang saya lakukan pada praktikum pada hari Jumat,20 Oktober 2023 :

Nama Unsur Logam Alkali

                 Warna Nyala Api

CaCl2

                    Merah Bata

BaCl2

                  Kuning Terang

SrCl2

                         Merah

KCl

                   Merah muda

NaCl

            Kuning Keorange-an

LiCl

                    Merah Bata

 

            Menurut (Diantari, 2015). menyatakan bahwa, “setiap logam alkali dan alkali   tanah menghasilkan warna nyala yang berkarakteristik jika senyawa-senyawa alkali dan alkali tanah tersebut di bakar di dalam nyala api. Warna-warna nyala api yang dihasilkan berbeda-beda dari setiap unsur. Kemudian menurut percobaan yang saya lakukan pada hari jumat, tanggal 20 oktober 2023 di laboratorium Kimia Universitas Jambi kemarin  saya mendapatkan Warna Merah Bata pada Percobaan pembakaran kawat nikrom di atas api bunsen dengan di tambahkan 0,2 zat CaCl2. Kemudian saya mendapatkan Warna Kuning Terang pada Percobaan pembakaran kawat nikrom di atas api bunsen dengan di tambahkan 0,2 zat BaCl2. Pada saat penambahan zat Srcl2 sebanyak 0,2 ml, pada pembakaran di api bunsen saya mendapatkan warna Merah, Pada saat penambahan zat KCl sebanyak 0,2 ml,pada pembakaran di api bunsen saya mendapatkan warna Merah muda, Pada saat penambahan zat NaCl sebanyak 0,2 ml, pada pembakaran di api bunsen saya mendapatkan warna Kuning keorange-an, dan pada saat penambahan zat LiCl sebanyak 0,2 ml, pada pembakaran di api bunsen saya mendapatkan warna Bata.

 

C.   Reaksi-Reaksi Unsur Alkali dan Alkali Tanah

            Berikut ini adalah Tabel 1.2 Yang membahas tentang reaksi unsur alkali dan alkali tanah yang saya lakukan pada percobaan kemarin.

No.

      Zat

               Pereaksi

     Endapan

 Tidak ada reaksi

 1.

  CaCl2

          (NH4)2Co3

EDP

 

 2.

  BaCl2

          (NH4)2Co3

EDP

 

 3.

  SrCl2

          (NH4)2Co3

EDP

 

 4.

   KCl

          (NH4)2Co3

 

TR

 5.

  NaCl

          (NH4)2Co3

 

TR

 6.

  LiCl

          (NH4)2Co3

 

TR

 

No.

      Zat

               Pereaksi

     Endapan

 Tidak ada reaksi

 1.

  CaCl2

          (NH4)2Po4

EDP

 

 2.

  BaCl2

          (NH4)2Po4

EDP

 

 3.

  SrCl2

          (NH4)2Po4

EDP

 

 4.

   KCl

          (NH4)2Po4

 

TR

 5.

  NaCl

          (NH4)2Po4

 

TR

 6.

  LiCl

          (NH4)2Po4

 

TR

 

No.

      Zat

               Pereaksi

     Endapan

 Tidak ada reaksi

 1.

  CaCl2

          (NH4)2 So4

 

TR

 2.

  BaCl2

          (NH4)2 So4

EDP

 

 3.

  SrCl2

          (NH4)2 So4

EDP

 

 4.

   KCl

          (NH4)2 So4

 

TR

 5.

  NaCl

          (NH4)2 So4

 

TR

 6.

  LiCl

          (NH4)2 So4

 

TR

 

            Kemudian menurut percobaan yang saya lakukan pada hari jumat, tanggal 20 oktober 2023 di laboratorium Kimia Universitas Jambi kemarin  saya mendapatkan Reaksi Endapan pada saat CaCl2, BaCl2, SrCl2 di reaksikan dengan larutan (NH4)2CO3 , pada saat CaCl2, BaCl2, SrCl2 di reaksikan dengan larutan (NH4)2SO3 saya juga mendapatkan Endapan, dan , pada saat BaCl2, SrCl2 di reaksikan dengan larutan (NH4)2SO4 saya juga mendapatkan Endapan.

            Hal itu terjadi karena Unsur Alkali dan Alkali Tanah mudah bereaksi dengan zat-zat di lingkungan sekitar. Apalagi jika zat yang mereaksikan unsur alkali dan alkali tanah terebut adalah zat yang memiliki tingkat keasaman dan basa yang sangat kuat maka proses reaksi endapan pada unsur alkali dan alkali tanah sangat mudah terjadi.

           Menurut pendapat (Farida, 2018).  Logam alkali paling reaktif diantara logam yang lain. Kereaktifan unsur-unsur bertambah besar dari Li ke Cs sesuai dengan bertambahnya jari-jari atom.

 

D.   Reaksi-Reaksi Halida

            Berikut ini adalah Tabel 1.2 Yang membahas tentang reaksi unsur alkali dan alkali tanah yang saya lakukan pada percobaan kemarin.

ZAT

                       Warna Nyala

       NaCl+Cl2

               Tidak ada warna nyala

       NaBr+Cl2

                     Kuning Terang

                   Nal+Cl2

Ketika di tambah Cl berwarna kuning putih, dan ketika di tambah Asam netral dan di kocok warnanya berubah menjadi putih

 

            Menurut pendapat (Fitri,2019). Beberapa halida alkali terdapat begitu melimpah di alam, sehingga di gunakan sebagai bahan untuk membuat senyawa lain, seperti logam dan halogen. Senyawa tersebut contohnya adalah Natrium Klorida atau yang biasa kenal (NaCl).          

            Reaksi NaCl+Cl2 tidak menimbulkan warna karena praksi ini merupakan oksidasi-reduksi di mana klorin di oksidasikan menjadi ion (klorida) (Mulyanti,2022).

            Ion ion ini secara efektif larut dalam air sehingga tidak menghasilkan perubahan warna. Reaksi antara NaBr (natrium bromida) dan Cl2 (klorin) menghasilkan warna kuning terang karena terbentuknya produk reaksi yang memiliki warna tersebut. Dalam reaksi ini, klorin bereaksi dengan natrium bromida untuk membentuk bromin (Br2) dan natrium klorida (NaCl). Ketika bromin terbentuk, ia dapat terlihat sebagai cairan berwarna kuning di dalam larutan atau sebagai uap berwarna kuning saat berada dalam bentuk gas. Inilah yang memberikan kesan warna kuning terang dalam reaksi antara NaBr dan Cl2.

 

E.    Menganalisis Larutan anu



           Perubahan warna ungu pada kawat nikrom saat ditambahkan asam sulfat dapat disebabkan oleh efek panas dan reaksi kimia antara logam nikrom dan asam sulfat. Kawat nikrom terbuat dari paduan nikel (Ni) dan kromium (Cr). Ketika kawat nikrom terpapar panas atau asam sulfat, terjadi reaksi antara kawat dan asam sulfat. Asam sulfat memiliki sifat oksidator kuat, yang berarti dapat mereduksi logam dan menghasilkan senyawa baru. Dalam kasus kawat nikrom, asam sulfat bereaksi dengan kromium dalam paduan, membentuk senyawa kromium sulfat (Cr2(SO4)3).Perubahan warna ungu pada kawat nikrom terjadi karena adanya senyawa kromium sulfat yang terbentuk. Senyawa ini memiliki warna ungu atau ungu kebiruan, yang dapat memberikan tampilan warna yang serupa pada kawat nikrom.

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Diantari ,2015. “Sifat-Sifat Alkali dan Alkali Tanah”. jurnal kimia. vol 4. No.10. hlm 92.

Farida ,I. 2018. Kimia Anorganik. Bandung. Uin Sunan Gunung Djati.

Fitri ,Z. 2019. Kimia Unsur Golongan Utama. Aceh. Syiah Kuala University Press

Mulyanti ,S. Dan S. Rahmania. 2022.” PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES

PENGUASAAN KONSEP SENYAWA ALKIL HALIDA”. Jurnal Zarah. Vol. 10  No. 1 , Hlm 21-27

Rusmanta ,Y., F.A Asmuruf dan L. Aud. 2018. “Pengaruh perladangan tradisional

terhadap ketersediaan unsur-unsur hara (Na,K,Ca,dan Mg) Dalam tanah di kampung wanaruk distrik yalengga kabupaten jaya wijaya”. Avgardo Jurnal Kimia. Vol 2. No. 1. 10-14

Komentar

Postingan populer dari blog ini

  REAKSI KIMIA DAN REAKSI REAKSI REDOKS I.TUJUAN Mempelajari Jenis Reaksi Kimia Secara Sistematis Mengamati tanda-tanda terjadinya reaksi Menuliskan persamaan reaksi dengan benar Menyelesaikan persamaan redoks dari setiap percobaan   II. LANDASAN TEORI             Reaksi oksidasi dan reduksi merupakan reaksi yang menggabungkan ion, dalam hal ini bilangan oksidasi (valensi) spesi-spesi yang bereaksi tidak mengalami perubahan. Namun, ada beberapa reaksi yang menunjukkan keadaan oksidasi berubah yang disertai dengan pertukaran elektron antara pereaksi, ini disebut reaksi oksidasi-reduksi atau disingkat reaksi redoks. Berdasarkan sejarahnya istilah oksidasi diterapkan untuk proses-proses ketika oksigen diambil oleh suatu zat dan reduksi dianggap sebagai proses ketika oksigen diambil dari dalam suatu zat. Kehilangan hidrogen dapat juga disebut sebagai oksidasi dan penangkapan hidrogen...

PERBANDINGAN SENYAWA KOVALEN DAN IONIK

  PERCOBAAN VII PERBANDINGAN SENYAWA KOVALEN DAN IONIK Nama                            : Kevin Aldi Saputra Nim                               : F1E223041 Prodi                             : TEKNIK ELEKTRO Hari atau tanggal            : 17-11-2023 Kelompok                      : VI (ENAM) I.                TUJUAN 1.      Dapat Mengena...